Wisata Pulau Dewata Pantai Delodbrawah

Wisata Pulau Dewata Pantai Delodbrawah

Wisata Pulau Dewata Pantai Delodbrawah
Wisata Pulau Dewata Pantai Delodbrawah

Pantai Delodbrawah merupakan kawasan wisata pantai yang terletak di Desa Delodbrawah, termasuk wilayah kecamatan Mendoyo, kabupaten Jembrana. Untuk menuju pantai ini sangat mudah karena sudah dilengkapi dengan sarana jalan yang cukup baik dan dari ibukota Denpasar menuju pantai Delodbrawah berjarak lebih kurang 88 km ke arah barat atau mengikuti jalur jalan raya Denpasar menuju Gilimanuk. Apabila menuju pantai ini melalui desa Tegalcangkring, kecamatan Mendoyo harus menuju ke arah selatan lagi dengan menempuh jarak sekitar satu setengah km. Sepanjang jalur jalan dari desa Tegalcangkring hingga pantai Delodbrawah, akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah dan menawan di mana terdapat hamparan persawahan yang datar di mana seringkali dihinggapi oleh segerombolan burung bangau, baik yang berwarna putih maupun yang berwarna coklat.

Pantai Delodbrawah adalah pantai yang landai dan datar dengan pasirnya yang berwarna hitam. Bentuk pantainya yang landai memanjang dari timur ke arah barat sangat baik untuk tempat berekreasi seperti mandi, berenang ataupun sekedar bermain air dan pasir di pinggir pantai. Selain itu bila sore hari menjelang matahari terbenam, di pantai Delodbrawah ini pengunjung akan dapat menyaksikan fenomena matahari terbenam (sunset) yang sangat menawan. Pada saat matahari terbenam, pantai ini akan terlihat indah dengan diwarnai pemandangan yang unik yaitu perpaduan antara langit yang berwarna kekuningan yang menyatu dengan laut yang dibayangi oleh nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan dengan jaring. Selain dapat menyaksikan keindahan pemandangan alam tersebut, pantai ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki pantai-pantai lain di Bali. Keunikan pantai ini terdapat pada pasir pantainya yang berwarna hitam. Menurut keterangan masyarakat di sekitarnya, konon pasir pantai Delodbrawah yang berwarna hitam ini mempunyai keistimewaan yaitu dapat menyembuhkan penyakit reumatik. Oleh sebab itu, obyek wisata ini seringkali dikunjungi oleh wisatawan atau pengunjung yang bertujuan untuk pengobatan penyakit reumatik.

Sebagai obyek wisata, pantai Delodbrawah juga sudah mulai dilengkapi sarana penunjang wisata yang disediakan untuk setiap pengunjung, seperti toilet umum, tempat berteduh untuk bersantai di sepanjang pesisir pantai. Dengan keindahan dan kelandaian pantainya yang datar, pantai Delodbrawah mulai ramai dikunjungi untuk berekreasi maupun berenang. Saat-saat yang paling ramai dikunjungi biasanya pada hari-hari libur atau hari Minggu. Pada umumnya pengunjung yang datang ke pantai Delodbrawah adalah wisatawan nusantara. Akan tetapi dewasa ini, pantai Delodbrawah sudah mulai dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan dari mancanegara.

Warna pasir pantai Delodbrawah yang berwarna hitam merupakan suatu proses alami yang pada awalnya daerah di sekitar Delodbrawah berupa daerah rawa-rawa (yang dalam bahasa Bali disebut Brawah). Konon wilayah desa Delodbrawah pada jaman dahulunya merupakan kawasan rawa-rawa yang sangat luas, sehingga pada saat itu menyebabkan orang-orang yang bermukim di wilayah sebelah utara dari rawa-rawa tersebut memberikan nama desa yang ada sekarang ini sebagai Desa Delodbrawah. Pantai Delodbrawah seperti halnya dengan muara yang ada di sekitar Perancak, di mana pada jaman dahulunya di sekitar rawa-rawa tersebut banyak terdapat binatang buaya. Namun pada saat ini buaya-buaya tersebut sudah punah karena adanya perburuan liar. Sehingga bilamana pengunjung yang akan berkunjung ke pantai Delodbrawah, sekitar 50 meter sebelum sampai ke lokasi pantai akan menemukan patung buaya. Pembuatan patung buaya yang cukup artistik ini dimaksudkan untuk mengenang masa-masa silam atas kepunahan buaya-buaya tersebut dengan keberadaan desa Delodbrawah yang seperti sekarang ini.

Di sebelah utara dari pantai Delodbrawah terdapat sebuah arena Mekepung yang merupakan arena terbaik di seluruh Pulau Dewata, karena arena Mekepung tersebut dapat digunakan pada suasana hujan. Mekepung adalah suatu atraksi atau pertunjukkan adu balap yang sangat menarik, di mana 2 ekor kerbau akan menarik sebuah cikar dengan seorang yang berfungsi sebagai joki dan selaku pengendali di atasnya yang akan saling berbalapan dengan peserta-peserta yang lainnya. Menyaksikan atraksi Mekepung ini sangat menarik dan mengasyikkan karena penuh dengan keunikan dan kekhasannya yang tiada duanya, sehingga atraksiMekepung ini menjadikan daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Post Author: Indro Rachman

Leave a Reply