Kawasan Wisata Kuta Di Pulau Dewata

Kawasan Wisata Kuta Di Pulau Dewata

Kawasan Wisata Kuta Di Pulau Dewata
Kawasan Wisata Kuta Di Pulau Dewata

Kepariwisataan di pulau Bali berawal dan berpusat di Kuta, kawasan wisata yang memiliki keindahan pantainya yang berpasir putih, sinar matahari, ombak yang berkejaran, dan tentu saja keindahan matahari menjelang terbenam (sunset). Kuta merupakan kawasan wisata yang paling utama bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung. Hingga sekarang ini, Kuta merupakan tempat terbaik untuk menikmati liburan di pulau dewata ini dan belum tergantikan dengan tempat wisata lainnya di Bali.

Pantai Kuta terletak di dalam wilayah Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Daerah Tingkat II Badung yang berjarak 3 km atau sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Dari ibukota Denpasar menuju kawasan ini sangat mudah karena sudah ditunjang dengan adanya sarana transportasi umum dari terminal Tegal yang berjarak sekitar 11 km ke arah selatan atau dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 20 menit.

Pantai ini berada di bagian sebelah barat yang menghadap Selat Bali dengan bentuk pantai yang landai serta panjangnya mencapai lebih kurang 2 km dari arah utara ke selatan, persis berada di sebelah kiri jalan raya Pantai Kuta. Di sebelah kanan jalan terdapat beberapa hotel berbintang, restoran, cafe, toko swalayan, dan lain sebagainya. Sehingga antara pesisir pantai dengan fasilitas itu hanya dipisahkan dengan jalan selebar sekitar lima meter. Pantai Kuta merupakan tempat favorit untuk berjemur dan berselancar (surfing) bagi wisatawan. Pada hari-hari biasa pengunjung yang datang bisa mencapai ribuan orang. Sedangkan pada hari-hari libur atau akhir pekan, di sepanjang pantai akan terlihat penuh dengan orang-orang yang lalu-lalang, bermain air atau pasir, bermain bola, bermain lempar piring terbang, dan lain-lain. Kesempatan yang paling ditunggu setiap pengunjung di pantai Kuta adalah saat-saat matahari akan terbenam (sunset).

Kawasan wisata Kuta merupakan pusat kegiatan wisata sehingga segala bentuk fasilitas dan kebutuhan wisatawan berada di tempat ini. Mulai dari penginapan hingga hotel berbintang, berbagai macam restoran, cafespa, toko-toko cinderamata hingga pusat perbelanjaan tersebar di kawasan ini. Ada pula fasilitas hiburan permainan seperti “bungy jumping“, “slingshot“, dan tempat wisata “Waterbom Park. Selain terdapat hotel dan penginapan, berbagai tempat untuk makan dan minum serta untuk berbelanja banyak ditemui di kawasan ini. Ada berbagai restoran yang menyajikan masakan Eropa, masakan Asia, atau masakan khas Bali, dan lain-lain. Bila ingin berbelanja dengan suasana tradisional, bisa mengunjungi Pasar Seni Kuta yang terletak di Jalan Kartika Plaza. Sebagai pasar seni tempat ini menyediakan berbagai cenderamata seperti baju, kaos, tas, celana, kerajinan perak, kerajinan ukir-ukiran, dan lain sebagainya. Untuk berbelanja barang-barang yang berkesan lebih moderen, dapat mengunjungi Kuta Square yang berada dekat di sebelah Pasar Seni Kuta.

Sebagai pusat kegiatan wisata di Bali, kawasan Kuta juga menyediakan beberapa hiburan moderen yang bersifat internasional. Sebagian kalangan wisatawan menganggap Kuta sebagai tempat terbaik untuk kegiatan malam. Bilamana ingin menikmati suasana santai sambil sekedar minum, di kawasan ini banyak terdapat beberapa tempat hiburan malam seperti cafe,barpub, dan diskotik. Umumnya tempat-tempat ini mulai ramai dikunjungi di atas pukul 21.00 dengan menyajikan beraneka ragam hiburan. Ada yang menyajikan musik khas kehidupan pantai (musik reggae) dan adapula yang menyajikan pertunjukkan kabaret dengan menampilkan para penarinya serta masih banyak hiburan-hiburan yang lain. Tempat-tempat hiburan ini merupakan pilihan yang diperuntukkan bagi kalangan dewasa yang ingin menikmati dunia malam setelah siang harinya menikmati indahnya pasir putih pantai Kuta.

Berdasarkan catatan sejarah, pada awalnya Kuta merupakan sebuah desa nelayan yang sangat sunyi. Dan sekitar 300 tahun yang lalu dibangun sebuah konco yang berada di pinggir “Tukad Mati“. Saat itu sungai tersebut dapat dilayari dengan perahu-perahu yang dapat masuk sampai ke daerah pedalaman Kuta, sehingga dahulunya Kuta merupakan sebuah pelabuhan perdagangan. Pada sekitar abad ke-19, seorang pedagang yang berasal dari Denmark yang bernama Mads Longe mendirikan markas dagangnya di pinggir sungai tersebut. Mads Longe selama tinggal menetap di Bali seringkali menjadi penghubung atau perantara antara raja-raja yang ada di Bali dengan pedagang-pedagang Belanda. Setelah sekian lama menjadi perantara di Bali, Mads Longe akhirnya ditemukan meninggal secara misterius yang kemudian dikuburkan di sebelah markas dagangnya yang berada di pinggir sungai Pulau Dewata.

Post Author: Indro Rachman

Leave a Reply