Bercengkrama Ringan di Candi Dasa

Bercengkrama Ringan di Candi Dasa

Anda pernah berkunjung ke Candi Dasa? Jika belum sayang sekali karena akan banyak dijumpai berbagai “keahengan” wisata laut Bali ditempat ini. Candi Dasa merupakan sebuah lokasi penyelaman favorit yang terletak di Teluk Amuk dimana teluk ini terkenal sebagai salah satu lokasi yang terkenal di Bali khususnya untuk menyelam. Selain Candi Dasa, di Teluk Amuk sendiri terdapat beberapa pulau kecil seperti Pulau Gili Biaha, Gili Mimpang, dan Gili Tekepong yang juga menjadi lokasi penyelaman paling favorit di kalangan para penyuka wisata bawah air laut.

Namun demikian, para pemandu seringkali menghimbau para penyelam supaya berlaku waspada ketika menyelam di lokasi ini karena arus air tempat penyelaman sangat kuat dan bisa datang tak terprediksikan. Apa yang disebut dengan “efek mesin cuci” kerap kali membuat panik para penyelam tersebut. Oleh sebab itulah, maka beberapa lokasi dinyatakan sebagai lokasi yang berbahaya untuk melakukan penyelaman, khususnya bagi mereka yang pemula.

Candidasa Resort
Candidasa Resort

Sejarah Candi Dasa

Ada yang sudah tahu sejarah atau kisah awal Candi Dasa? Mungkin tak ada yang menyangka jika Candi Dasa dulunya pernah dikenal dengan sebutan Teluk Kehen. Namun, sejak daerah ini banyak dikunjungi wisatawan dan mulai dijadikan sebagi tempat wisata, nama Teluk Kehen diubah menjadi Candi Dasa. Secara pasti, sebenarnya tak ada sumber pasti yang menuliskan mengenai asal-usul nama “Candi Dasa” sendiri. Namun banyak masyarakat yang memperkirakan bahwa nama Candi Dasa sangat erat kaitannya dengan cerita “lingga” di bagian dalam candi yang terletak di perbukitan Candidasa.

Dalam sebuah naskah kuno disebutkan bahwa Pura Candidasa dibangun sekitar abad ke-12. ada “lingga” didalam candi yang dipercaya sebagai simbol Dewa Siwa. Konon, ditempat seseorang bisa mendapatkan penghargaan tertinggi atau “surga” dengan uttering sepuluh huruf yang disebut “Dasa Aksara”. Atau cerita lainnya menyebutkan bahwa nama Candi Dasa terinspirasi oleh sebuah patung dekat lingga. Patung tersebut merupakan patungnya Dewi Hariti yang dikelilingi oleh sepuluh anak. Dewi Hariti sendiri dipercaya sebagai pemberi berkah yakni berupa kemakmuran dan kesejahteraan kepada siapapun yang bersembahyang disana.

Lokasi Candi Dasa dapat ditempuh sekitar 65 km dari Kota Denpasar atau 12 km dari Amlapura. Dengan fasilitas infrastruktur jalan yang sudah baik dan lancar maka hanya diperlukan waktu sekitar 1-1,5 jam untuk mencapai ke lokasi ini jika ditempuh dari denpasar. Demikianlah Wisata di Pulau Dewata, Semoga wisata ini dapat bermanfaat bagi anda bersama keluarga maupun pasangan yang sedang ingin merencanakan liburan ke Pulau Dewata Bali.

Post Author: Indro Rachman

Leave a Reply